Menu

Pahlawan Nasional, Bertambah Enam Orang

Pahlawan Nasional, Bertambah Enam Orang

Pahlawan Nasional, Bertambah Enam Orang

Pahlawan Nasional, Bertambah Enam Orang

Jumlah pahlawan nasional kini bertambah setelah Presiden RI, Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh bangsa. Penyematan gelar itu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123/TK/Tahun 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018

dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, 8 November 2018. Namun, di antara keenam pahlawan nasional itu, tidak ada yang berasal dari Jabar.

Sampai hari ini, jumlah Pahlawan Nasional Indonesia berjumlah 179 orang. Jumlah ini termasuk 6 orang yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo, baru-baru ini.

Keenam pahlawan nasional itu antara lain Abdurrahman Baswedan, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta,  IR H Pangeran Mohammad Noor, tokoh dari Kalimantan Selatan, Agung Hajjah Andi Depu, tokoh dari Sulawesi Barat, Depati Amir, tokoh dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo, tokoh dari Jawa Tengah, dan Brigjen KH Syam’un, tokoh dari Banten.

Dihimpun dari berbagai sumber

gelar tersebut diterima oleh para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional. Pemberian gelar pahlawan nasiona itu diawali dengan kajian oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial. Setelah itu, nama-nama calon pahlawan nasional diajukan kepada Presiden hingga dipilihlah enam nama diatas.

Acara prosesi pemberian gelar pahlawan tersebut

diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Presiden menyerahkan piagam kepada masing-masing ahli waris, yang menandakan gelar Pahlawan Nasional. Acara tersebut berakhir dengan Presiden dan jajarannya mengucapkan selamat bagi ahli waris dan keluarga.

Terkait Hari Pahlawan

Kepala Dinas Pedidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan pentingnya mengingat jasa pahlawan karena telah berjuang sepenuh hati mengorbankan jiwa raganya. Nilai-nilai kebaikan dari para pahlawan akan senantiasa tumbuh di dalam hati rakyat Indonesia.

“Mereka telah berjuang dan mengorbankan jiwa raganya. Karena perjuangan mereka, kita merasakan pembangunan seperti sekarang. Hal itu harus menjadi penyemangat bangsa Indonesia untuk lebih mencintai tanah air,” ujar Kadisdik.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/