Menu

Negara Siap Perang Siber, Diperlukan ‘PBB’ Dunia Siber

Negara Siap Perang Siber, Diperlukan ‘PBB’ Dunia Siber – Semakin tingginya serangan siber yang membidik keuntungan keuangan dan yang disponsori oleh negara menciptakan Microsoft dan perusahaan teknologi lainnya supaya dunia menciptakan kesepakatan ala konvensi Jenewa untuk menanggulangi hal tersebut.

Konferensi Jenewa sendiri ialah perjanjian yang menjadi dasar terbentuknya badan ketenteraman PBB. Dengan adanya Konvensi Jenewa Digital, diharapkan dapat menjadi dasar untuk membina PBB untuk dunia siber yang mengayomi warga sipil di internet.

“Perjanjian guna tidak saling menyerang lewat perang siber,” jelas Amtony Cook, Associate General Counsel, Corporate External & Legal Affairs, Microsoft Asia, dalam pembicaraan di acara Microsoft Digital Trust Asia 2018, di kantor Micorsoft di Singapura

Hal ini dikatakan bersangkutan dengan kian intensnya serangan siber yang disponsori oleh negara. Untuk menanggulangi hal ini, negara-negara juga mulai menambah pertahanan dan investasi mereka dibidang siber sebagai modal pertahanan.

Terjadi pun kekhawatiran dimana pemerintah mulai mengembangkan senjata software guna menyerang atau menjaga ketenteraman nasional mereka.

Kondisi ini diperparah karena pada konfensi Jenewa sepakat untuk mengayomi warga di masa perang. Tapi serangan yang disokong negara terus bertambah dan menyerang penduduk sipil.

Ini bukanlah tujuan yang diharapkan oleh penemuan internet 25 tahun lalu. Tapi inilah fakta yang terjadi ketika ini. Warga sipil mesti menghadapi kendala ini, tetapi pertanyaannya ialah bagaimana anda akan mengatasinya.

“Kami mendorong negara untuk menciptakan kesepakatan bahwa mereka tidak bakal saling menyerang satu sama lain,” jelas Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit (DCU), Microsoft Asia, saat mengobrol dikesempatan terpisah.

“Meski kami mengakui urusan ini susah dilakukan, tapi sejumlah negara sudah mengawali pendekatan dengan negara lain tentang hal ini. Setidaknya telah ada tahapan yang dilakukan,” tandasnya tanpa merinci lebih lanjut negara mana saja yang telah melakukan tahapan tersebut.

Baca diĀ www.sekolahan.co.id