Menu

Eceng Gondok Bisa Dijadikan Alternatif Pakan Ikan

Eceng Gondok Bisa Dijadikan Alternatif Pakan Ikan – Dalam upaya mendukung kegiatan budidaya ikan yg berkelanjutan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah menyerukan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). GERPARI merupakan bentuk kemandirian pakan dengan cara membuat pakan ikan dan formulasi pakan ikan secara mandiri berbasis bahan baku lokal. GERPARI dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku atau pakan ikan impor yg harganya terus melonjak. Salah satu bahan baku lokal yang dapat digunakan buat pakan ikan & banyak dijumpai pada Indonesia merupakan eceng gondok.

Eceng gondok merupakan flora air yang hayati mengapung, dicirikan menggunakan tangkai daun menggelembung menjadi kantong udara. Daun eceng gondok berbentuk oval membulat dengan ujung meruncing, berwarna hijau & licin. Perakaran yg dimiliki tumbuhan air ini berupa perakaran serabut. Eceng gondok mempunyai bunga majemuk berbentuk bulir dan berwarna ungu.

Selama ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dalam warga dikenal sebagai gulma yang perkembangbiakannya sangat cepat dan mengganggu perairan. Di waduk atau danau adanya blooming eceng gondok mengakibatkan terjadinya pendangkalan & mengganggu transportasi dan aktivitas perikanan yang ada. Namun pada sisi lain ternyata eceng gondok ini bisa dipakai sebagai bahan standar pakan ikan.

Berikut ini tahapan pembuatan pakan (pelet) ikan menggunakan bahan baku eceng gondok:

Pengeringan
Eceng gondok dari perairan dikumpulkan dan tiriskan agar eceng gondok tidak terlalu basah, lalu eceng gondok dicacah sebagai bagian berukuran mini -mini . Selanjutnya eceng gondok yg sudah dicacah dikeringkan. Secara tradisional mampu dilakukan dengan penjemuran pada bawah sinar matahari, sedangkan cara yg lebih terkini bisa dikeringkan memakai mesin.

Penepungan
Eceng gondok yg telah kering selanjutnya pada buat tepung eceng gondok. Pembuatan tepung dilakukan dengan mesin penggiling. Eceng gondok dimasukkan pada mesin penggiling dan digiling sampai sebagai butiran tepung halus.

Pencampuran formulasi pelet
Tahapan berikutnya adalah pencampuran formulasi pelet. Berikut ini formulasi pakan / pelet ikan berbahan baku eceng gondok (untuk 100 kg pelet) yang dilansir berdasarkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Pencetakan & pengeringan
Setelah pencampuran formulasi pelet, adonan pelet dicetak menggunakan mesin dan dikeringkan. Pengeringan selain dilakukan menggunakan mesin jua dapat dilakukan dengan cara penjemuran hingga kadar air berkurang. Pelet ikan dari eceng gondok yang sudah jadi & kering bisa disimpan buat persediaan pakan. Dikutip menurut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, pakan ikan berbahan dasar eceng gondok mempunyai kadar protein 32% dan konversi pakan ke daging yg didapatkan mencapai 1,6 – 1,7. Konversi pakan menjadi daging yg dihasilkan merupakan hasil murni, tanpa adanya penggunaan pelaksanaan teknologi lain misalnya bioflok atau sejenisnya.

Selama ini biaya produksi terbesar dalam kegiatan budidaya ikan merupakan buat pakan. Adanya GERPARI menggunakan bahan standar eceng gondok menjadi pakan ikan alternatif bisa menurunkan porto buat pakan. Hal tersebut lantaran apabila dibandingkan menggunakan pakan ikan konvensional pada umumnya pakan alternatif berdasarkan eceng gondok ini lebih murah dan ramah lingkungan. Selain itu penggunaan eceng gondok menjadi bahan standar pakan ikan bisa menjadi solusi berdasarkan konflik eceng gondok di badan perairan seperti danau, waduk, rawa & perairan lainnya. Sumber : www.faunadanflora.com